Categories
Uncategorized

Pelayanan Donor darah

Salam kemanusiaan… Oke Sahabat PMI di sini kita akan belajar tentang Materi Donor Darah . Happy Reading 🙂

Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia  sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. Peraturan Pemerintah N0. 7/ 2011 tentang Pelayanan Darah menyebutkan penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh Unit Donor Darah (UDD) yang diselenggarakan oleh organisasi sosial dengan tugas pokok dan fungsinya di bidang Kepalangmerahan atau dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI).

Lebih lanjut, baik dalam UU No. 36/2009 tentang Kesehatan maupun Peraturan Pemerintah No.7/2011 tentang Pelayanan Darah, dinyatakan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah (Pemda) meliputi pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pendanaan pelayanan darah untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

Sesuai penjelasan UU No. 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 90 dan PP No. 7/2011 tentang Pelayanan Darah Pasal 46, jaminan pendanaan pemerintah diwujudkan dalam bentuk pemberian subsidi kepada UDD dari APBN, APBD dan bantuan lainnya. 

Kebutuhan Darah Nasional

PMI terus mengampanyekan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle). Setiap tahunnya, PMI menargetkan hingga 4,5 juta kantong darah sesuai dengan kebutuhan darah nasional, disesuaikan dengan standar Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) yaitu 2% dari jumlah penduduk untuk setiap harinya.  

Keamanan Darah

Untuk menjaga keamanan darah terhadap resiko penularan infeksi dari donor kepada pasien penerima darah, setiap kantong darah harus diuji saring terhadap infeksi, antara lain terhadap Sifilis, Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV.  Uji saring Sifilis telah dilaksanakan sejak tahun 1975 dan saat ini ditujukan terhadap antibodi treponema pallidum menggunakan reagensia TPHA. Uji saring Hepatitis B ditujukan terhadap HBsAg, Hepatitis C terhadap anti-HCV dan HIV terhadap anti-HIV. Metoda uji saring yang digunakan adalah Elisa (70% donasi), Rapid Test (30% donasi) dan NAT.

sumber :http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/pelayanan-donor-darah.html

Categories
Uncategorized

Penanggulangan Bencana

Salam kemanusiaan… Oke Sahabat PMI di sini kita akan belajar tentang Penanggulangan Bencana. Happy Reading 🙂

Berdasarkan data Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR), Indonesia menduduki peringkat tertinggi untuk ancaman bahaya tsunami, tanah longsor, dan letusan gunung berapi.

Sebagai salah satu mandatnya, PMI melakukan respon cepat, tepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana. Untuk melakukan penanggulangan bencana, PMI didukung oleh relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak pelaku pelayanan kepalangmerahan PMI di masyarakat.

Mandat PMI dalam membantu penanggulangan bencana ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 25 Tahun 1950 dan Keppres No. 246 Tahun 1963 tentang PMI yang bekerja melaksanakan tugas atas nama pemerintah dan bertanggungjawab kepada pemerintah dengan tetap berprinsip kepada kemandirian PMI dan dalam hal bencana, PMI mempunyai tugas antara lain sebelum bencana, saat bencana, dan paska bencana.

Prinsip 6 Jam

Saat ini PMI menjalankan Prinsip “6 Jam Sampai di Lokasi Bencana” yaitu respon awal PMI sudah dilakukan dalam waktu 6 jam setelah bencana terjadi. Hal ini untuk mendukung respon PMI yang diupayakan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kapasitas Operasi Tanggap Darurat

Selain personil relawan, operasi penanggulangan bencana PMI didukung dengan peralatan dan perlengkapan respon bencana, termasuk gudang regional PMI yang tersebar di 6 wilayah (Banten, padang, Semarang, Gresik, dan Makassar) berisi barang bantuan tersebar di seluruh Indonesia untuk membantu kegiatan penanggulangan PMI di regional Jawa, Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian tengah, Jawa bagian timur dan Kepulauan Sumbawa, dan wilayah Maluku, Papua serta Sulawesi.

Saat ini PMI juga memiliki armada yang dimobilisasi saat respon penanggulangan bencana, seperti helikopter, ambulans, mobil amphibi (Haglund), mobil tangki air, dan mobil unit donor darah selain dukungan lainnya yaitu posko bencana di setiap markas PMI serta peralatan air dan sanitasi.  

Kegiatan Penanggulangan Bencana

Dalam memberikan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana, PMI memberikan pelayanan yaitu:

  • Evakuasi korban
  • Penampungan darurat (pengungsian)
  • Pertolongan Pertama
  • Medis dan ambulans
  • Dapur umum
  • Distribusi bantuan
  • Air dan sanitasi

Sumber : http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/manajemen-bencana/tanggap-darurat-bencana.html

Categories
Uncategorized

Tugas PMI di Masyarakat

Tugas PMI Di Masyarakat Yang Perlu Kamu Tau…

Halo, Teman Sehat! Kamu tahu ngga, sih? Setiap tanggal 17 September diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia (PMI). PMI merupakan salah satu organisasi di Indonesia yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan.

Sumber: Garudanews.id

Ketua pertama dalam organisasi ini adalah bapak Drs. Mohammad Hatta yang saat itu menjabat pada tahun 1945-1946. Kira-kira apa aja ya, tugas organisasi yang bergerak di dalam bidang kesehatan ini? Yuk simak tugas-tugas pokoknya di bawah ini, le’ts check it out!

1. Penanganan Bencana

Tugas pokok PMI yang pertama adalah penanganan atau penanggulangan bencana. Penanganan bencana diberikan dengan memberikan pertolongan dan bantuan kepada korban karena bencana alam. Penanganannya seperti mengevakuasi korban bencana, melakukan pertolongan pertama, mendirikan penampungan darurat dan dapur umum, dan menyediakan akses air bersih dan sanitasi.

2. Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat

Tujuan organisasi ini dalam melakukan tugas pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat adalah untuk memperbaiki, mendukung, dan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Beberapa pelayanan yang diberikannya yaitu, pengendalian penyakit menular, seperti HIV, TBC, Flu burung, Malaria dan DBD. Menyediakan pelayanan sosial bagi lansia, anak jalanan dan memberikan pengetahuan dasar mengenai air bersih dan ilmu gizi.

3. Pembinaan PMR dan Relawan

Teman Sehat pasti tahu salah satu ekstrakulikuler yang ada di setiap tingkat pendidikan dan berhubungan dengan kesehatan? Yap, PMR (Palang Merah Remaja). Nah, kamu tahu ngga, sih? Ternyata tugas lain PMI adalah meberikan pembinaan kepada PMR maupun relawan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan terkait kegiatan yang dilakukan oleh PMI. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya PMI.

4. Pelayanan Transfusi Darah

Kamu suka donor darah ngga, Teman Sehat? Apakah jenis golongan darah kamu A, B, AB, atau O? Nah, ternyata hal tersebut berkaitan dengan tugas pokok PMI yang keempat, loh yaitu penyelenggaraan pemberian layanan darah.

Pelayanan transfusi darah bertujuan untuk menjamin ketersediaan darah yang aman berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oh iya, FYI jika kamu ingin berpartisipasi sebagai pendonor darah, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan seperti, kamu bukan penderita hepatitis, sedang hamil maupun menyusui, dan mengidap penyakit HIV/AIDS.

Nah, sekarang kamu, sudah tahu kan ternyata PMI itu memiliki tugas pokok yang sangat mulia dan ternyata ngga cuma menyediakan pelayanan transfusi darah, aja loh! Tetapi juga memiliki tugas pokok yang lain dalam membantu masyarakat. Yuk, lebih kenal dengan PMI!

Sumber : https://linisehat.com/5-tugas-pmi-yang-perlu-kamu-tahu/

Categories
Uncategorized

My First Blog Post

Be yourself; Everyone else is already taken.

— Oscar Wilde.

This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Categories
Uncategorized

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started